Minggu, 02 Juni 2013

Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah

♥♥ Buat RENUNGAN bersama, TIDAK mengajak DEBAT, semuanya ku kembalikan kepada SAHABAT fillah saja. MAU PACARAN atau TIDAK ♥♥

Duhai Hati...

Janganlah kau bersedih ketika sahabatku yang lain pada BERPACARAN, bukannya aku tidak gaul ataupun tidak mengikuti zaman.

Duhai Hati...

Ku tau kau pasti menginginkan untuk PACARAN? Tapi kucoba untuk selalu melawan permintaanmu itu, karena aku tidak ingin jatuh kelembah Syaithan, yang akan menjerumuskanku kedalam Neraka.

Duhai Hati...

Sempat aku bertanya kepada Ibundaku tersayang dan tercinta tentang makna JOMBLO.

Aku: Bunda, anakmu ingin bertanya. Enak Pacaran sesudah MENIKAH atau SEBELUM MENIKAH?

Bunda: Anak ku sayang, diantara PACARAN sesudah NIKAH dan PACARAN sebelum NIKAH. Lebih indah PACARAN yang sesudah MENIKAH.

Aku: Indahnya apa bunda? Bukannya sama-sama PACARAN?

Bunda: Indahnya, jika PACARAN sebelum MENIKAH hanya INDAH sesaat. Sedangkan PACARAN setelah MENIKAH indahnya samapai lama.

Aku: Maksudnya bagaimana Bunda?

Bunda: Begini anakku sayang, jika PACARAN sebelum MENIKAH pasti kalau memegang hanya sesaat dan jika sudah PUTUS hubungan PACARAN itu kamu tidak bisa memagang ataupun menyentuh dia. Sedangkan PACARAN setelah MENIKAH, kamu boleh melakukan apa saja yang kamu inginkan karena dia telah HALAL buatmu. Sudah Paham belum anak ku sayang?

Aku: Alhamdulillah sudah bunda.

Duhai Hati...

Ku tau kau menginkan seorang pendamping yang baik, sholeh dan mencintai Allah, Rasul, dirimu, jekuargamu dan orang tuamu bukan? Jika kau ingin menginginkan seseorang yang seperti itu maka kita harus menjadi yang baik, dan sholeh. Bukankah Allah telah berfirman didalam QS. An-Nur ayat 26:

artinya: wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik. QS. An Nur ayat 26.

Duhai Hati...

Jika orang yang telah PACARAN akan ada RUGI yang akan diterima:

1. Hilangnya suatu HARGA diri seseorang.
2. Membuat nama orang tua tercoret, jika telah melakukan ZINA.
3. Lebih memintangkan PACARNYA dari pada Allah, dan masih banyak lagi.

Duhai Hati...

Bukankah PACARAN akan terjerumus dalam dosa Zina? Ingatlah akan Firman Allah ini duhai hati. Allah telah berfirman: dan janganlah kalian mendekati ZINA, sesungguhnya ZINA itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. QS. Al Isra ayat 32.

Duhai Hati...

Sekarang kau tinggal memilih antara PACARAN setelah MENIKAH atau sebelum MENIKAH? Karena Cinta yang HALAL itu tidak mudah diraih dan didapat.

Info Selengkapnya kunjungi Blog Kami JAMB

http://nugrohowicakson.blogspot.com/

☆ Semoga Bermanfaat ☆

Aamiin....

^_^ Senyum Santun
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Wallahu a’lam bish-shawab

Semoga bermanfa'at.insya Allah

Bilamana catatan ini dirasa bermanfaat bagi Para Sahabat ?

Maka Sebarkanlah dgn cara klik tombol "share/bagikan" dibawah catatan ini,

semoga membawa PERUBAHAN ke yang lebih baik bagi Bangsa ini & menjadi amal jariyah bagi kita semua,aamiin... :-)

I Want To Be A Perfect Muslim


.¤*¨¨*¤.¸¸.¤*¨¨*¤.¸¸.
\¸..Allahu Akbar.¸¸.
.\¸.¤*¨¨*¤.¸¸.¤*¨¨*¤.¸¸.
...\
☻/...
/▌....
/ \...... 



✿ Prinsip ABC ✿


✩ A mbil yang baik


✩ B uang yang buruk


✩ C iptakan yang baru

Jemput Aku Menjadi Bidadarimu

(http://www.facebook.com/JemputAkuMenjadiBidadarimu)

silakan mau tag/share/copy jika bermanfaat

ღ•Sahabat Saudaraku fillah..Silakan di Tag/Share semua Untuk Umat dan Syiar Islam,,Bantu Tag Sahabat-sahabat yang lain…. Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Hak cipta adalah milik Allah SWT semata. Ilmu adalah amanat Allah yang harus disampaikan. Kekeliruan tidak lebih daripada kebodohan saya sebagai penyampai, semoga ampunan Allah Maha Luas. Dipersilahkan yang mau TAG / SHARE

~.::*ღ•SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah•ღ*::.~

Seperti Apa Istri yang Shalihah Itu?

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Yang terbayang di pikiran ketika mendengar istri shalihah adalah wanita yang senantiasa menjaga shalat, banyak melakukan shalat sunnah, berpuasa bulan Ramadhan. Menunaikan ibadah haji, rajin melaksanakan ibadah umrah, tak pernah berhanti berdzikir kepada Allah dan komitmen menjaga jijab dan memelihara rumah.

Pemahaman seperti itu tidak salah, insya Allah, bila dilihat dari sisi kepentingan pribadi wanita itu sendiri. Akan tetapi, pemahaman itu masih kurang sempurna bila membaca hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkaitan dengan penjelasan beliau tentang definisi wanita shalihah. Beliau bersabda,

“Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah. (Yaitu), bila ia menyuruhnya maka ia mentaatinya, bila suami memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah maka ia mendukungnya, dan bila ia perg maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.” (HR. Ibnu Majah).

Dari Sa’ad bin Abi Waqqas rahimahullah, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Empat hal yang termasuk kebahagiaan, yaitu isteri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan kendaraan yang nyaman. Dan empat hal termasuk penderitaan adalah tetangga yang buruk, istri yang buruk, kendaraan yang buruk dan tempat tinggal yang sempit. (HR. Ahmad).

Dalam hadis di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan, wanita shalihah merupakan salah satu sebab kebahagiaan dari empat sebab kebahagiaan. Dan sebaliknya, wanita yang tidak shalihah merupakan salah satu dari empat penyebab kesengsaraan. Hadis Nabi berikut mempertegas hal tersebut. Beliau bersabda, “Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalihah. Jika engkau memandangnya, engkau akan kagum kepadanya. Dan jika engkau pergi darinya, engkau tetap merasa aman tentang dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya, engkau merasa enggan, lalu dia mengungkapkan kata-kata kotor kepadamu. Dan jika engkau pergi darinya, engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu.” (HR. Ibnu Hibban di dalam as-Silsilah ash-Shahihah, hadits no. 282).

Tampak jelas, Nabi telah menyebutkan empat karakteristik wanita shalihah. Keshalihah seorang wanita tidak hanya terbatas pada banyaknya shalat, puasa, haji, umrah atau banyak berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Empat sifat atau akhlak di atas berkaitan dengan kepuasan dan ridha suami terhadap isteri, dari mulai sikap mentaati, berhias, dan menjaga diri serta memelihara harta sang suami.

Seorang wanita, apabila shalat dengan baik, qiyamul-lail hingga kakinya bengkak. Selalu berpuasa, dan lisannya senantiasa bedzikir serta berhijab dengan sempurna, ia tidak bisa disebut sebagai wanita shalihah apabila ia selalu melawan suami. Brpenampilan kurang sedap di hadapan suami, bersikap kurang ramah dan tidak menjaga dirinya, serta membelanjakan harta suami tanpa seizinnya.

Oleh karenanya, keberadaan wanita shalihah semestinya dipandang dari tujuan utama dicipta wanita, yaitu berfungsi sebagi sumber ketenangan dan ketenteraman suami. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu dari isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Penulis: Erwin Sulaiman – Universitas Muhammadiyah Jakarta